December 6, 2022

Tahukah kamu, nggak semua orang yang kita temui adalah “teman”. Bisa jadi mereka cuma kenalan atau orang yang sekedar lewat dalam hidup kita. Apa sih bedanya? simak tulisan berikut.

  • Sahabat

Sahabat adalah orang di luar keluarga yang paling dekat dan ngertiin kamu. Sahabat biasanya terbentuk secara natural, jarang banget yang ngomong “mau ga jadi sahabatku?” atau sejenisnya. Oleh karena itu juga, bisa jadi kamu nganggep seseorang sebagai sahabat, tapi dia belum tentu dia nganggep kamu sebagai sahabatnya. Ciri seorang sahabat ini biasanya blak-blak an, apa adanya, terbuka, dan bakal usahain buat terus bisa bantuin sahabatnya. Sahabat juga adalah orang yang selalu berkata benar (jujur), bukan yang selalu membenarkan perkataan kita.

  • Teman

Di bawah sahabat, ada teman. Seorang yang mungkin pernah ketemu kita, lalu berkomunikasi dan mungkin terlibat pada banyak hal yang menyebabkan munculnya ikatan pertemanan. Akan tetapi gak semua teman selalu membawa dampak positif buat kita. Terkadang malah teman ini bisa menjerumuskan ke hal-hal negatif. Makanya ada muncul istilah “toxic friends” untuk menggambarkan hal ini. 

  • Kenalan

Banyak orang menganggap seorang yang ia temui semuanya adalah teman, padahal belum tentu. Orang yang baru bertemu sekali, dua kali, atau beberapa kali dengan intensitas dan kualitas yang rendah sebenarnya bisa saja hanya merupakan kenalan.

Kenalan ini relatif cuek, masa bodoh atau nggak peduli sama kamu. Suatu saat kita dapat menyadari bahwa orang yang mungkin selama ini kita anggap teman, ternyata hanyalah kenalan. Jadi, jangan lagi bilang “itu temen gw dulu”, tapi “owh itu kenalan gw dulu” ketika orang bertanya mengenai hubunganmu dengan seseorang yang mungkin cuma “kenalan” tersebut. Hehehe

Terlepas dari status itu semua yang abstrak atau tidak ada tolak ukur pasti atau bersifat relative, kita harus menyadari bahwa suatu hubungan; entah persahabatan atau pertemanan nggak bisa dipaksakan. Tidak usah kecewa ketika orang yang kamu anggap selama ini adalah sahabat, ternyata hanya nganggap kamu sebagai teman biasa, pun jika orang yang kamu anggap teman, sebenarnya hanyalah sebatas kenalan. Hal itu karena pada akhirnya, kamu akan berpisah dengan semuanya, termasuk teman-teman. Seseorang yang mungkin akan menjadi “teman” sehidup semati kamu nanti adalah pasangan. Akan tetapi, berusahalah mempertahankan silaturrahim dan ikatan pertemanan atau persahabatan sebaik mungkin dan semampu kamu, karena gimanapun juga, kita merupakan makhluk sosial yang tetap butuh teman.

Penulis: Ihsanul Afwan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *